
Beragam upaya dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Seperti yang dilakukan di Desa Penganten, Kecamatan Klambu. Oleh pihak desa, warga yang membayar pajak diiming-imingi beragam hadiah.
Kepala Desa Penganten Junaidi mengungkapkan, untuk pembayaran PBB didesanya diupayakan agar bisa dilakukan serempak dalam sehari. Untuk menggiring animo warga, pihaknya sudah jauh hari menggelar sosialisasi adanya pembayaran PBB massal pada waktu yang sudah ditentukan.
“Pembayaran serempak ini kami lakukan agar tidak ada tunggakan pajak yang dilakukan warga Penganten. Dengan beragam pendekatan, warga bisa menerima kebijakan yang kita lakukan ini,” ungkapnya.
Untuk lebih menarik minat, lanjut Junaidi, pihaknya akan menyediakan beragam hadiah yang diundi saat digelar pembayaran serempak PBB. Yakni, berupa ala-alat elektronik seperti kulkas, dispenser, seterika, DVD, dan sepeda gunung. Semua wajib pajak diberikan kupon undian sehari sebelum pelaksanaan pembayaran PBB.
Rangsangan hadiah itu membuat masyarakat bergairah untuk membayar pajak. Terbukti, sebelum loket pembayaran dibuka, sudah banyak warga yang datang ke balaidesa. Hasilnya, pada hari pelaksanaan pembayaran itu, semua target PBB bisa lunas 100 persen.
“Semula kami targetkan dengan cara ini setidaknya pembayaran PBB bisa mencapai 90 persen. Tetapi, kenyataannya justru malah lunas 100 persen dan ini sangat membanggakan,” kata Junaidi.
Ditempat terpisah, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono melalui Asisten Pemerintahan Puji Raharjo ketika dimintai tanggapannya mengaku cukup salut dengan upaya yang dilakukan pihak Desa Penganten tersebut. Dia berharap desa-desa lainnya bisa meniru dengan menciptakan ide kreatif untuk membangkitkan semangat warga dalam membayar pajak.
"Setahu saya, se-Kabupaten Grobogan barangkali baru Desa Penganten yang berinisiatif melakukan pembayaran PBB dengan diimingi hadiah. Dan di Desa Penganten ini jadi desa yang pertama kali lunas PBB nya hanya dalam waktu sehari,” katanya. DNA