Para kepala SKPD diminta lebih intensif dalam melakukan pengamanan, pengawasan dan pengendalian atas barang milik daerah (BMD) yang berada dalam penguasaannya. Hal itu penting dilakukan dalam rangka mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang didapat atas laporan keuangan tahun anggaran 2015 lalu.
Menjelang masa jatuh tempo pelunasan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) 30 September 2016, kegiatan intensifikasi terus dilakukan. Dimana, sepanjang bulan September ini, dilakukan intensifikasi di 19 wilayah kecamatan.
Para bendahara di seluruh SKPD dinilai punya andil besar terhadap keberhasilan Pemkab Grobogan memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk pertama kalinya atas laporan keuangan tahun 2015. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka bintek sistem akuntansi keuangan daerah bagi seluruh SKPD yang dilangsungkan di aula Bappeda, Sabtu (24/9/2016).
Seluruh pegawai DPPKAD Grobogan baru-baru ini diharuskan mengikuti acara pembinaan/pendalaman dengan materi penatausahaan keuangan. Dalam kegiatan ini, ada narasumber yang dihadirkan dari BPK Jawa Tengah dan motivator.
Pelaksanaan karnaval yang digelar untuk menyemarakkan HUT ke-71 Kemerdekaan RI yang digelar selama dua hari berlangsung meriah. Ribuan warga sangat antusias menyaksikan jalannya karnaval, baik di sekitar kawasan alun-alun maupun sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai.